Monday, September 30, 2013

Membuat Bingkai Foto Dari Tutup Kaleng Bekas

Kemarin saya menemukan sebuah tutup kaleng bekas berbentuk persegi. Saya berpikir untuk dijadikan apa tutup kalengnya agar lebih berguna daripada dibuang begitu saja. Nah, akhirnya saya memutuskan untuk membuatnya menajadi sebuah bingkai foto. Yuk, simak langkah-langkahnya:

1. Siapkan bahan-bahan yang diperlukan seperti; Tutup kaleng, Kertas Warna, Kertas Plastik, Lem Uhu Serbaguna dan gunting serta pita atau tali.

2. Potong Kertas Warna sesuai dengan ukuran bingkai dan tempelkan pada sisi dalam bingkai.
3. Tempelkan Foto yang sudah dipotong dan dirapikan sesuai ukuran Frame yang akan kita buat.
 
4. Ukur dan gunting Kertas plastik (boleh memakai sisa kertas plastik pembungkus seperti yang saya pakai) lalu tempelkan pada frame sebagai lapis luar.
 


5. Ukur dan potong pita untuk digunakan sebagai penggantung frame. Berikan lem pada bagian belakang frame foto. Bisa juga direkatkan pakai lakban agar gantungan semakin kuat.



Dan jadilah,,,,,
Bagaimana, anda tertarik? Selamat mencoba yahhhhh... :D

Sunday, September 29, 2013

Menghias Kotak Bekas

Jika para ibu mempunyai sisa kotak yang tidak terpakai, alangkah baiknya jika ibu bisa memanfaatkannya dari pada membuangnya. Paling tidak Ibu bisa memberi sedikit sumbangsih demi bumi yang hijau.
Berikut tips dan langkah dari saya untuk menghias  kaleng yang ibu punya :
1. Siapkan bahan berupa ; kotak bekas, gunting, dan lem double tip (atau anda juga bisa memakai lem uhu serbaguna).

2. Ukur dan potong kain yang akan menjadi pelapis kotak sesuai dengan ukuran kotak.
3. Terakhir tempelkan kain sebagai lapis luar dari kaleng tersebut dan rapikan sisa guntingannya. Taraaaaa....!!!





Anda bisa membuatnya menjadi tempat ATK di meja kantor ibu atau menaruh benda lainnya untuk kamar anak anda. Selamat mencoba ibu....

Menghias Kaleng Bekas

Jika para ibu mempunyai sisa kaleng yang tidak terpakai, alangkah baiknya jika ibu bisa memanfaatkannya dari pada membuangnya. Paling tidak Ibu bisa memberi sedikit sumbangsih demi bumi yang hijau.
Berikut tips dan langkah dari saya untuk menghias  kaleng yang ibu punya :

1. Siapkan bahan berupa ; kaleng bekas, gunting, kertas kado dan lem double tip (atau anda juga bisa memakai lem uhu serbaguna).
2. Ukur dan potong kain yang akan menjadi pelapis kaleng serta kertas kado sesuai dengan ukuran kaleng.

 3. Tempelkan kertas kado sebagai pelapis dasar jika kain anda memliki pori-pori yang besar dan agak transparan. Pilihlah kertas kado yang mengkilap agar hasilnya akan lebih eye catching.























4. Terakhir tempelkan kain sebagai lapis luar dari kaleng tersebut dan rapikan sisa guntingannya. Taraaaaa....!!!


Anda bisa membuatnya menjadi tempat ATK di meja kantor ibu atau menaruh benda lainnya untuk kamar anak anda. Selamat mencoba ibu....

Tuesday, September 24, 2013

Membuat Hiasan Salju 3D untuk Ryer


Kemarin rasanya ingin sekali membaut suatu kerajinan dari kertas yang bsia dijadikan hiasan. Nah jadinya saya mencoba membuat bentuk salju. Berikut langkah-langkahnya:

1. Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan seperti: kertas, pensil, penggaris, gunting dan lem kertas. Kemudian ukur dan potong kertas sesuai besar diameter salju yang diinginkan nantinya. Lebih mudah kalau kita memakai kertas origami (karna origami biasanya sudah berbentuk persegi).
2. Lipat kertas menjadi dua.

3. Lipat kertas menjadi seperti gambar di bawah ini.

 4. Gambar bentuk pola salju pada kertas seperti di bawah ini (anda juga bisa mencoba kreasi bentuk lainnya).
5. Gunting kertasnya sesuai pola yang sudah dibuat.
6. Buka lipatan kertas dan lihat hasilnya.
7. lalu anda buat lagi menjadi 4 buah lembar salju yang mempunyai pola dan ukuran yang persis sama.
8. Satukan semua pola sehingga membentuk sebuah bola dengan menggunakan lem kertas dan taraaaaaaaa... jadilah bola Salju 3 dimensi.
 
Anda bisa membuatnya menjadi hiasan gantung ataupun hiasan lainnya. Selamat mencoba ibu...

Monday, September 23, 2013

Diare dan Ryer

Sejak hari Jumat sore lalu, si pak bocah yang satu ini mulai mencret dan puncaknya adalah pada hari Sabtu. Baru sebentar Ryer pup, beberapa menit kemudian pup lagi. Ini membuat kami sampai hampir kehabisan stok celana Ryer. Pupnya sering cair. Setiap saya membersihkan pantatnya, dia selalu menangis, sepertinya kesakitan, Saya menduga bahwa pupnya panas dan perih. Sekitar kelamin pun kemerahan, akhirnya saya menaburkan bedak sehabis membasuh bokongnya dan memberi sedikit baby oil.
Saat saya mampir ke depan rumah tetangga dan menceritakan apa yang Ryer alami, ibu dari Mario (Mario umurnya beda 3 hari saja dengan Ryer), memberikan tips kepada saya untuk mengatasi mencret. Beliau bilang kepada saya untuk membuat ramuan dari daun jambu biji. petik beberapa pucuk daun jambu biji, cuci sampai bersih, cuci terakhir dengan menggunakan air panas, kemudian tambahkan seperempat air matang dan di-blend sampai halus lalu saring airnya. Minumkan sari daun jambu biji tersebut kepada anak. Nah, ternyata rasanya pahit, maka saya tambahkan sedikit madu untuk mengurangi rasa pahitnya, alhasil, walau agak enggan, si Ryer pun mau meminumnya, cukup 3-4 sendok teh setiap meminumkan ke anak setiap habis mencret. Hal ini terus diulangi kalau mencret masih berlanjut sampai mencretnya reda. Papa Ryer juga tak lupa untuk membuat oralit sendiri, caranya, larutkan 1/4 sendok teh garam dan 1 sendok teh gula ke dalam 1/4 gelas air matang. Minumkan sampai habis kepada bayi. Bila oralit sudah habis, bayi bisa diberi cairan lain seperti air minum biasa, kuah sup, dll. Walaupun  Ryer banyak buang air, untungnya nafsu makan dia tidak berkurang. Dia sudah mulai makan nasi yang agak keras namun berkuah.
Saya juga memberikan susu yg lebih encer dari biasanya untuk mengurangi mencret yg Ryer alami. Oiya, sekarang Ryer minumnya susu segar (UHT), biasa pakai Diamond ataupun Greenfield.  Nah, pada hari Minggu, Ryer menunjukkan tanda-tanda pemulihan; intensitas mencret semakin berkurang, tapi saya tetap memberikan ekstrak daun jambu biji sampai malam sebelum ia tidur. Pagi Seninnya, taraaaa,,, Ryer tidak mencret lagi, Puji Tuhan. 
Diare adalah penyakit yang paling umum menyerang bayi usia 6 bulan sampai 2 tahun. Disebabkan oleh Infeksi oleh bakteri, virus atau parasit, dan faktor lainnya. Bisa terinfeksi dari makanan atau minuman yang tidak higienis, konsumsi susu formula, penggunaan anti biotik yang dapat memmbunuh bakteri baik dalam tubuh serta tangan yang sering masuk ke mulut bayi. Nah, memang Ryer baru mengkonsumsi antibiotik yang diberikan oleh dokter sewaktu dia batuk beberapa hari yang lalu serta suka memasukkan apapun ke dalam mulutnya. Mungkin itu adalah penyebabnya. Diare juga dapat sembuh dengan sendirinya seiring waktu, tapi jika bayi sudah sampai demam dan muntah, sebaiknya dibawa ke dokter.




Wednesday, September 11, 2013

Saya, Ryer, dan ASI

Semalam saya kesulitan tidur karena terpikir tentang kegagalan saya untuk menyusui Ryer secara full sampai 2 tahun... Setelah saya pikir-pikir apa saja yang memicu kegagalan saya, berikut :

1. posisi pelekatan yang kurang sempurna. Saat saya menyusui, posisi kepala Ryer berada di siku saya, sedangkan yang baik adalah berada di antara siku dan pergelangan tangan ibu. Hal ini membuat Ryer tak mau berlama-lama minum.

2. Saya tidak cukup sering memerah ASI. Pada awal-awal kelahiran, keluarga sangat mendukung saya untuk memberikan ASI pada Ryer dengan memberikan saya makanan dan minuman yang membantu produksi ASI. Kemudian, setelah saya pulang dari Rumah Sakit, saya belajar untuk memerah ASI dengan tangan dan saya tampung di gelas. Orangtua saya malah berkata,"Jangan diperah-perah, minumin saja langsung ke dedek."
Hal ini dikatakan tidak hanya sekali, bahkan setiap saya memerah. Terkadang, memang orang terdekatlah yang membuat kita down. Mereka sangat yakin dengan pengalaman mereka. Memang selama saya dan adik-adik kecil sering dikasih formula disamping ASI, walaupun begitu tetap mau minum ASI untuk waktu yg cukup lama dikarenakan papa dan mama saya bekerja. Memang hasil perahan saya tak banyak. Namun ditambah pematah semangat dari mereka, terkadang saya merasa down juga. Selama masa nifas saya memang tinggal bersama orangtua saya yang membantu merawat saya dan Ryer. Selama saya memerah ASI, serekor-rekornya, hasilnya tidak pernah melebih 100 ml. Tangan saya sampai pegal sekali saat memerah. Disamping memang pergelangan tangan kanan saya yang mudah pegal, mungkin karena waktu kecil, saya pernah terjatuh dan membuat bentuk tangan kanan saya tidak benar-benar lurus seperti yang kiri. Hal ini karena persendian di siku yang lain, mungkin ada pergesaran pada tulang.

3. Saya memberikan ASI hasil perahan saya kepada Ryer memakai botol. Seharusnya yang benar adalah dengan feeding cup. Di awal-awal kelahiran saya memang memberikan kepada Ryer dengan menyendokinya, walaupun cukup sulit karena terkadang dilepehkan (sedih kali melihat ASI dilepehkan padahal saya sudah capek-capek memerahnya). Mungkin dia belum sempurna dalam menyedotnya pakai sendok. Nah, setelah masa cuti melahirkan saya habis, Ryer terus dijaga opungnya. Saya tidak enak merepotkan opungnya dengan menyuruh opung untuk memberikan ASI kepada Ryer dengan sendok, opung lebih suka memberikan dengan botol, mungkin lebih praktis dan opung tidak capek, lagian opug doli sendirian menjaga Ryer. Mungkin kalau dulu saya punya pembantu sendiri, saya bisa suruh semau saya  untuk menjada Ryer dengan cara yang saya mau.Sejak saat itu Ryer menjadi bingung puting dan lebih menyukai menyusui dengan dot (botol susu).


4. Ryer suka menggigit saat disusui. Sakit sekali rasanya. Bahkan terkadang sampai berdarah. Setiap menyusui saya hampir ingin menjerit karena menahan sakit akibat bekas luka yang dihisapnya.pernah terlintas dipikiran saya untuk mencari donor ASI dan saya bilang hal itu pada suami saya, namun papa ryer malah berkata,"lebih baik anak aku aku kasih Formula daripada minum susu orang lain." Mungkin dia takut bisa ketularan penyakit dan lain sebagainya.

5. Pada bulan ke tujuh saya menyusi, muncul masalah pada kulit di tubuh saya terutama daerah areola saya. Areola saya menjadi kemerahan dan gatal, kulitnya menjadi bersisik seperti alergi yang bahkan luasnya setengah dari payudara saya, kemudian menyusul pada wajah, tangan, daerah siku dan bagian-bagian tubuh lainnya. Saya pergi berobat ke dokter kulit dan diberi terapi obat minum serta dua macam salep. 1 salep untuk wajah (saya lupa namanya, kalau sudah ingat nanti saya tulis) dan 1 salep lagi Ikaderm Chlorambetasol Propionate. Maka sejak saat itu saya benar-benar berhenti menyusui (saya berpikir kalau obat yang saya minum akan memberi pengaruh buruk pada bayu yang saya susui).Dan sampai sekarang pun saya masih menggunakan salep itu jika kambuh lagi pada kulit saya.:-(( Hal ini beru pertama terjadi dalam hidup saya.



Memang pada masa awal-awal kak chen sang pemilik dan pengelola situs http://mamanyaleon.blogspot.com/ sudah menyarankan saya untuk datang ke Kemang Medical Center (KMC). Namun saya tidak melakukannya. Sekarang saya iri melihat banyak kawan saya yang berhasil menyusui full dan bahkan bisa memberi donor ASI. Yah, semoga bisa jadi pelajaran untuk para ibu yang lain. Semoga jangan seperti kesalahan-kesalahan yang saya lakukan.

Penyesalan tiadalah gunanya, saya tidak bisa memutar waktu kembali. Mama minta maaf sama Ryer, Ryer boleh marah sama mama karena perjuangan mama yang kurang, tapi mama mohon supaya cinta Ryer sama mama tidak luntur sedikitpun.

baiklah ini ada sedikit karya Tante valen untuk dedek yang menghibur mama.

Sunday, September 8, 2013

Meja Rice Box ala Papa Ryer

Nah kali ini saya mau cerita tentang meja kecil yang ada di kamar kontrakan kami tercinta. Latar belakang meja itu adalah ketika opung dedek yang membuang rice box yang sudah tidak mereka pakai lagi. Meraka taruh rice box tersebut ke bak sampah di halaman rumah. Kemudian antena papa Ryer menyala dan menangkap sinyal bahwa ada benda yang sayang untuk dibuang. Papa Ryer melihat rice box yang dibuang oleh opung. Kemudian papa bertanya, "nang, ini kami ambil ya?" Jawab opung, "untuk apa mang? ambil saja..."

Alhasil dibawa lah rice box yang hampir usang tersebut ke kontrakan kami. Kemudian dengan sedikit bongkar-bongkar, disulaplah rice box tersebut menjadi sebuah meja serba guna oleh papa Ryer. Kemudian saya melapisi bagian atas meja dengan kertas kado bermotif batik (berhubung yang ada cuma itu) dan taraaaaaaaaa!!!!!!
Jadilah meja sekaligus rak buku serba guna yang menawan ala papa Ryer... Kami bisa menaruh barang-barang seperti buku-buku, laptop, dan benda-benda lainnya sembari main leptop di lantai beralas karpet sambil memandang tivi yang ada di atasnya juga bisa jadi meja belajar juga (walau kami jarang belajar :p). Opung boru sewaktu main ke kontrakan kami pun kaget, "ini bukannya tempat beras yang udah kami buang itu ya?" Dengan bangga saya menjawab, "Iya ma, keren kan?" :D

Ternyata papa sangat kreatif juga... Salut untuk Papa Ryer...